Amurang,Nyiurtimes.com – Ratusan koperasi seperti mati suri. Pemerintah pun terkesan tinggal diam. Hampir tidak ada tindakan preventif yang dilakukan. Padahal potensi penggelapan uang rakyat berpotensi terjadi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Meity Tumbuan mengatakan, terdapat 856 koperasi di Minsel berdasarkan data awal tahun. Terdiri dari Koperasi Unit Desa (KUD), Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan jenis koperasi lainnya. Semuanya tersebar di 17 kecamatan dan 177 desa/kelurahan. Namun, 400an di antaranya hampir tak pernah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

- Iklan -

Lanjut dia, pihaknya sudah pernah melakukan imbauan agar koperasi melakukan registrasi dan melengkapi persyaratan administrasi. “Namun banyak yang tak menggubris. Kita sudah beri peringatan. Tapi dalam waktu dekat kita akan melakukan sidak,”ungkapnya.

Lanjut dia, koperasi yang didapati tidak mengantongi rekomendasi akan dikenakan sanksi berupa penutupan. Selain itu, koperasi dari luar daerah yang telah mengembangkan usahanya di Minsel, diminta segera membuat rekomendasi dari Dinas Koperasi dan UMKM.

Tokoh muda Minsel Alfrits Kordak mengatakan, rencana sidak sudah berulang kali disampaikan. Namun, hingga kini hasilnya hampir tidak ada. “Kami belum pernah mendengar adanya tindakan tegas yang secara masif diberikan kepada koperasi kumabal. Kalau begini seperti di nina bobokan,” kritiknya. (*)