Minahasa,Nyiurtimes.com–Tiga hari terahir ini, pikiran publik tersedot ke Minahasa. Selintingan banyak kalangan berseliweran di ruang-ruang publik. Medsos pun tak ketinggalan. Apapun itu, mayoritas pembicaraan di pihak manakah ‘cinta’ JWS akan berlabuh. Meskipun Bupati Minahasa itu, dipastikan takkan tampil pada kontestasi pertarungan di Minahasa, tapi bekas penatua remaja sinode GMIM itu disebut-sebut sebagai juru kunci pilkada Minahasa. Sebab kepala daerah tentu JWS punya kekuatan basis massa yang tak bisa dielakan. Lantas benarkah tampilnya mener Sajow ikut mendampingi pasangan calon PDIP ROR dan RD saat mendaftar di KPU, Rabu (10/1) tadi sebagai sinyalemen JWS ada di belakang Banteng?

- Iklan -

“Semua serba kemungkinan. Itulah dinamika politik. Bisa saja, adegium matang pagi mentah sore jadi aksi gagah-gagahan JWS. Sebab tidak segampang itu, seorang yang dibuang begitu saja, lantas dalam waktu yang relatif singkat lalu menyatakan dukunganny? Kita lihat saja nanti. Apalagi saat mendampingi pak ROR, RD JWS mennggunakan kemeja hitam bisa saja itu adalah bagian dari sinyal politik?” ungkap pendukung garis keras JWS yang meminta namanya tak disebutkan.

Di sisi lain, Ia juga membocorkan memang ada upaya komunikasi yang dibangun di internal PDIP supaya JWS legowo dan ikut menjadi suksesor jagoan partai besutan Megawati di pilkada Minahasa. Malah ada wacana JWS ditawari untuk tampil sebagai caleg DPR-RI PDIP pada 2019 nanti.

“Sejuah ini pak JWS belum menyatakan sikapnya. Artinya kehadirannya saat menghentar paslon ROR, RD itu bukan jaminan. Intinya pendukung pak Bupati terlanjur sakit hati,” katanya.

Sekretaris PDIP Sulut Frangky Wongkar menegaskan prinsipnya, semua kader PDIP solid memenangkan paslon ROR-RD. Mengenai ke mana arah dukungan JWS, menurutnya yang bersangkutan punya hak politik pribadi.

“Intinya PDIP punya stategi menang. Semua mesin partai akan digerakan,” jawab Wongkar.

Sementara itu, pengamat politik Sulut Ferry Liando punya analisis berbedah. Menurutnya JWS punya kecenderungan mengarahkan dukungannya ke pasangan Ivansa-CNR. Tentu dalam amatan Liando ada beberapa alasan hal tersebut masuk akal.

Pertama, JWS pasti kecewa dengan sikap PDIP karena PDIP tidak mencalonkan dirinya. Apalagi dalam benak JWS semacam ada dugaan skenario PDIP yang sengaja menghambat JWS mencalonkan diri. Sebab jika PDIP mengumumkan calon jauh hari sebelum pendaftaran, tentu JWS bisa membangun komunikasi dengan parpol lain atau paling tidak mengikuti pencalonan lewat jalur perorangan. Namun sepertinya ada kesengajaan diumumkan di last Minute agar mantan penatua remaja GMIM itu tidak memiliki kesempatan mendaftar di parpol lain karena parpol lain ternyata sudah punya calon. Ia juga tak punya kesempatan lewat jalur perorangan karena tahapan pendaftaran dan verifikasi berkas calon perorangan sudah selesai.

Kedua, PDIP sebetulnya hanya dijadikan instrument politik JWS dalam merebut kekuasaan. Walaupun sebetulnya Ketua DPC PDIP Minahasa itu mengalir darah perjuangan Golkar. JWS tak bisa membantah bahwa ia turut dibesarkan dan membesarkan Golkar di Minahasa. Semua publik tahu mener Sajow begitu ia disapa, adalah bagian dari sejarah Golkar. Artinya JWS di PDIP hanyalah semacam pemain pinjaman. Yang sengaja dibuthan untuk memperkuat PDIP yang masih rapuh pada Pilkada sebelumnya.

“Nah semua tahu justru dari JWS lah PDIP Menang dan bisa menutup aib saat itu. Namun PDIP bukan rumah abadinya JWS. Dia hanyalah anak yang hilang di Golkar dan satu saat dia akan kembali,” terang Liando,

lalu alasan ketiga , Sejarah politik tidak bisa membantah bahwa SVR dan JWS bagaikan dua dalam satu. Mereka sangat solid, mereka bagaikan kakak beradik yang saling mengisi satu sama lain. Pilkada 5 tahun lalu mereka terpisah, namun mereka terpisah oleh karena keadaan. Mereka dipaksa berbeda, karena ada yang sengaja membuat mereka tidak sejalan.

“Ketika mereka terpisah, ada pihak yang diuntungkan dari kondisi itu. Kemudian meski diakhir kepemimpinan terkesan JWS dan ivansa tidak seirama, namun JWS tidak akan pernah lupa perjuangan SHS dslam menghantarkannya menjadi bupati. SHS saat berjuang sekuat tenaga agar JWS bisa Menang saat itu. Padahal lawan- lawan JWS saat itu sangat berat. JWS sadar Betul bahwa SHS punya andil yang besar sehingga JWS tercatat dalam sejarah pernah menjadi bupati di Minahasa. Sehingga jika ditanya kemana sikap politik JWS, kemungkinan besar akan ke calon golkar. Nah kenyataan ini dari aspek politik akan sangat menuntungkan pasangan Ivansa-CNR. (*)